Sabtu, 02 April 2011

Fenomena AnehTulisan Ayat Al-Quranpada Bayi di Rusia

Sebuah fenomena aneh
muncul di Rusia,
pemunculan guratan-
guratan yang
menyerupai tulisan huruf
Arab seperti petikan ayat
suci Al-Quran pada kulit
tubuh seorang bayi.
Guratan ayat Al-Quran itu
pertama kali pada pasca
kelahiran dengan
kemunculan tulisan nama
‘ Allah’ tertulis di dagu
sang bayi.
Namun mulai awal bulan
Ramadhan, tulisan ayat-
ayat itu mulai
menghilang.
Setelah berselang
beberapa lama, ayat-ayat
Al-Quran yang lainnya
mulai bermunculan di
sekujur tubuh, pada
punggung, lengan, perut,
kaki. Sebelum muncul
tulisan baru, ayat-ayat
yang lama menghilang
terlebih dahulu, kemudian
diganti dengan
kemunculan ayat-ayat
baru.
Pemunculan guratan ayat
Al-Quran itu terjadi setiap
dua kali dalam sepekan,
pada hari Senin dan
malam hari antara hari
Kamis dengan hari Jumat.
Salah satu ayat yang
muncul tertulis bacaan
‘ Allah adalah pencipta
seluruh alam’.
Pada awalnya orang
tuanya Ali Yakubov, bayi
berumur 9 bulan ini tidak
memberitahukan
fenomena ini kepada
siapapun juga.
Akan tetapi, setelah
berkali-kali terjadi dan
setiap kemunculannya
selalu disertai dengan
kondisi bayinya yang
gelisah dan suhu
badannya meningkat.
Maka mereka
memutuskan untuk
memberitahukan
fenomena ini kepada
dokter dan imam di desa
setempat dimana mereka
bertempat tinggal.
Orangtua bayi ini
mengaku bahwa mereka
berdua bukanlah
merupakan orang yang
termasuk taat beragama,
walau mereka tinggal di
kawasan dengan
pengaruh Muslim yang
kuat, desa Oktober Merah
di provinsi Dagestan.
Akan tetapi, setelah
kemunculan fenomena
aneh pada bayinya,
mereka mulai merasakan
juga pengaruhnya.
Mereka mulai mengalami
perubahan spiritual dalam
dirinya. Mereka berubah
menjadi lebih religius dan
berusaha lebih taat
beragama.
Setelah fenomena aneh
ini dikabarkan kepada
aparat medis dan ulama
setempat. Maka kabar
perihal fenomena aneh ini
kemudian tersebar dan
mendapatkan perhatian
serta diberitakan secara
meluas oleh media
massa.
Namun seperti
lumrahnya yang biasa
terjadi saat ada kabar
tentang pemunculan
sebuah fenomena aneh.
Beragam interprestasi
dan beraneka pendapat
muncul terhadap
fenomena aneh tersebut.
Hal yang lumrah dan
wajar saja, tentu tak
semua bisa sepakat dan
sependapat.
Tak hanya saling berbeda
di soal tanggapan dan
pendapat serta
interprestasinya saja,
juga tentu berbeda pula
dampak pengaruhnya.
Dimana tak semua tentu
akan mengalami
pengaruh berupa
perubahan spiritual
keagamaannya akibat dari
kemunculan fenomena
ini.
Beragam interprestasi
dan pendapat serta
dampaknya ini berkait
erat dengan cara
pandang dan cara berfikir
yang saling berbeda-beda
pada setiap orangnya.
Tak luput pula, hal ini
juga dikarenakan adanya
perbedaan kondisi
spiritualnya, yang
diakibatkan oleh
perbedaan tingkat
penerimaan dan
pemahaman serta
penghayatan atas ajaran
agamanya pada masing-
masing pribadi.
Sebagian kalangan
melihatnya dari sudut
pandang spiritual. Bagi
kalangan ini, fenomena ini
sebagai tanda-tanda
peringatan dari Allah
SWT yang perlu
ditafakuri agar para
hamba-Nya melakukan
muhasabah dan
intropeksi diri, lalu
berusaha mendekatkan
diri kepada ajaran
agamanya.
“ Bayi laki-laki ini
merupakan tanda dari
Allah. Kami
menganggapnya sebagai
peringatan untuk muslim
di Rusia dan Dagestan.
Mereka harus menyesali
kesalahan-kesalahannya,
dan melepaskan diri dari
ketegangan dan konflik
serta perpecahan yang
terjadi di republik in, serta
harus menjalani perintah
Allah SWT ”, kata
Akhmedpasha Amiralaev,
seorang ulama yang juga
anggota parlemen lokal.
Namun ada pula yang
memandangnya dari
sudut pandang sebagai
fenomena hukum-
hukum alam yang tak
ada kaitan dan hubungan
sebab akibatnya dengan
Allah SWT. Sesuatu hal
yang ilmiah dimana dapat
dengan sangat mudah
dijelaskan oleh ilmu
pengetahuan dan
teknologi serta nalar
manusia.
Bahkan di kalangan ini,
tak kurang pula yang
skeptis dan menganggap
fenomena ini tak lebih
dari sebuah rekayasa
belaka dalam rangka
untuk menimbulkan
sensasi dan mencari
popularitas serta
ketenaran saja.
Bagi kalangan para pakar
ini, fenomena
pemunculan ayat suci Al-
Quran pada kulit bayi itu,
sebagai sebuah
fenomena dari hukum
alam berkaitan dengan
hukum sebab akibat yang
kemungkinan besar
diakibatkan oleh adanya
efek iritasi.
Iritasi yang dipicu oleh
sesuatu zat tertentu,
seperti lada atau garam
atau obat-obatan tertentu.
Dimana zat tertentu
tersebut pada beberapa
orang tertentu yang
menderita patologi
lambung dan jenis kulit
yang sensitif akan
menimbulkan
peradangan kulit.
Lalu dengan
menggunakan alat
tertentu, seperti tongkat
kecil misalnya, dapat
dibuat jejak-jejak di kulit
bayi itu sehingga akan
memunculkan guratan-
guratan berbentuk huruf
Arab tersebut.
Sementara ada pula
kalangan yang melihat
dan mentafakurinya dari
sudut pandang sebagai
tanda dari Allah SWT
sebagai isyarat zaman.
Pandangan ini paling tidak
terwakili oleh
pendapatnya seorang
imam lokal yang
bernama Abdullah.
Menurutnya dalam Al-
Quran sudah dikatakan
bahwa sebelum akhir
zaman datang memang
akan muncul orang-
orang dengan ayat-ayat
kitab suci di tubuhnya.
Salah satu tanda itu akan
terbaca dengan kalimat
“ Jangan sembunyikan
tanda-tanda ini dari
orang-orang ”.
Menurutnya hal itu
dijelaskan di Al-Quran,
Surat ke 41 (Fushshilat)
ayat ke 53-54.
“ Kami akan
memperlihatkan kepada
mereka tanda-tanda
(kekuasaan) Kami di
segenap ufuk dan pada
diri mereka sendiri,
sehingga jelaslah bagi
mereka bahwa Al-Quran
itu adalah benar. Dan
apakah Tuhanmu tidak
cukup (bagi kamu)
bahwa sesungguhnya
Dia menyaksikan segala
sesuatu ?. Ingatlah bahwa
sesungguhnya mereka
adalah dalam keraguan
tentang pertemuan
dengan Tuhan mereka.
Ingatlah, bahwa
sesungguhnya Dia Maha
Meliputi segala sesuatu ”.
Selainnya itu, ada pula
kalangan lain yang
mempunyai pendapat
berbeda. Kalangan ini
menganggap fenomena
ini sebagai sesuatu yang
tidak perlu dibahas dan
diributkan serta dibesar-
besarkan. Kalangan ini
mengkhawatirkan
pemberitaan yang
meluas atas fenomena ini
akan menimbulkan Syirik
dan Musyrik serta
memperluas kronisnya
epidemi penyakit TBC
(Takhayul, Bidah, Kurafat)
di kalangan umat Islam.
Selanjutnya hal itu akan
menghambat upaya
yang telah dilakukan oleh
kalangan penerusnya
para ulama salaf dalam
memurnikan ajaran
Islam. Sesuatu yang
nantinya malahan akan
membantu kalangan ahlul
bidah wal jamaah dalam
menyuburkan ilmu
gothak-ghatuk dan
budaya klenik serta
sinkretisme dikalangan
umat Islam. Dimana hal
itu akan merusak
kemurnian akidah agama
Islam.
Akhirulkalam, bagi kita
yang berada jauh dari
Rusia, fenomena ini tentu
juga akan menimbulkan
tanggapan dan pendapat
serta interprestasinya
saja, juga tentu berbeda
pula dampak
pengaruhnya.
Terlepas dari apapun
tanggapan dan pendapat
serta interprestasi kita
masing-masing. Namun
tak ada salahnya kita
kembali mengingat
bahwa sesungguhnya
Allah SWT hanya
menuangkan sebagian
yang sangat teramat kecil
dari Perbendaharaan
Ilmu-Nya kepada umat
manusia.
Setinggi-tingginya
pencapaian kecanggihan
teknologi dan sehebat-
hebatnya ilmu
pengetahuan manusia itu
hakikatnya hanyalah
sebagian yang sangat
teramat kecil
dibandingkan Ilmu-Nya
yang tiada terbatas,
bagaikan air laut yang
menempel di jari
kelilingking saja
dibandingkan Samudera
Ilmu-Nya meliputi segala
sesuatunya.
Ilmu-Nya diturunkan-Nya
dalam bentuk ayat-ayat
Qauliyah yang terdiri dari
30 juz dan 114 surat serta
6000-an ayat, melalui
ath-thariqah ar-rasmiyah
dalam jalur kewahyuan
melalui perantaraan
malaikat Jibril kepada
Rasulullah SAW. Selain
itu, memang Ilmu-Nya
juga diturunkan-Nya
dalam bentuk ayat-ayat
Kauniyah melalui ath-
thariqah ghairu rasmiyah.
Dari dua konteks itulah,
perlu kita ingat kembali
bahwa ajaran agama
Islam mempunyai tiang-
tiang penyangga
keimanan dan keislaman
berupa Rukun Islam yang
ada 5 rukun, dan Rukun
Iman yang ada 6 rukun.
Dimana percaya kepada
kitab suci Al-Quran
merupakan salah satu
dari Rukun Iman.
Maka, apakah kita akan
meletakkan keimanan kita
kepada ilmu pengetahuan
dan teknologi itu ada
diatas otoritas Al-Quran,
ataukah sebaliknya ?.
Semua tentu terpulang
kembali kepada diri kita
masing-masing, dimana
kita akan meletakkan
keduanya dalam bingkai
cara pandang dan cara
berfikir kita masing-
masing.
Wallahualambishshawab.